Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut menyelenggarakan Orientasi Akademik Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Auditorium Rektorat IPI Garut. Kegiatan ini diikuti oleh 68 mahasiswa calon guru yang berasal dari dua bidang studi, yaitu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta Pendidikan Bahasa Indonesia.
Kegiatan orientasi dibuka secara resmi oleh Rektor IPI Garut. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa Program PPG IPI Garut telah terakreditasi Unggul, demikian pula Institusi IPI Garut yang juga telah meraih akreditasi Unggul. Capaian tersebut menjadi jaminan mutu bagi mahasiswa calon guru PPG IPI Garut dalam menimba ilmu serta memperoleh pelayanan akademik dan non-akademik yang prima, profesional, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Rektor bersama Wakil Rektor dan jajaran pimpinan IPI Garut melaksanakan penyematan jas almamater dan ID Card secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa Calon Guru PPG IPI Garut. Prosesi ini menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik mahasiswa PPG sebagai calon guru profesional.
Orientasi akademik ini menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Dr. Ajang Rusmana, M.Pd., yang menyampaikan materi mengenai penguatan kompetensi pedagogik, karakter, serta kesiapan guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Selain itu, Koordinator Program PPG IPI Garut memaparkan gambaran umum pelaksanaan PPG bagi Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026.
Rangkaian materi lainnya meliputi penjelasan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), panduan penggunaan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), serta pemanfaatan Learning Management System (LMS) dan Ruang GTK bagi mahasiswa PPG. Seluruh kegiatan dirancang untuk memastikan kesiapan mahasiswa secara akademik, administratif, dan profesional.
Melalui kegiatan Orientasi Akademik ini, IPI Garut menegaskan komitmennya dalam menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru yang bermutu dan berorientasi pada layanan prima, guna menghasilkan guru profesional yang unggul dan berdaya saing.

