Makassar, 11 November 2025 – Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Pendidikan Guru bersama Forum LPTK Penyelenggara PPG menyelenggarakan kegiatan koordinasi dan sinkronisasi program Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tanggal 10–11 November 2025 di Hotel Maxone, Makassar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pendidikan Guru, Bapak Ferry Maulana Putra, M.Ed., beserta jajaran pejabat dari Direktorat GTK, perwakilan dari berbagai LPTK penyelenggara PPG di seluruh Indonesia, serta sejumlah koordinator dan tim pelaksana program PPG dari masing-masing institusi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator PPG IPI Garut, yang mewakili lembaga dalam forum koordinasi nasional ini. Kehadiran IPI Garut menjadi wujud komitmen lembaga dalam mendukung peningkatan mutu penyelenggaraan PPG di Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara LPTK dan GTK dalam menjalankan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan profesi guru.
Dalam sambutannya, Direktur Pendidikan Guru, Bapak Ferry Maulana Putra, M.Ed., menekankan pentingnya sinergi antara GTK dan LPTK untuk memastikan pelaksanaan PPG berjalan selaras dengan kebijakan terbaru serta berorientasi pada peningkatan kualitas guru di masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, GTK menyampaikan beberapa informasi penting terkait pelaksanaan program PPG tahun akademik 2025/2026. Dijelaskan bahwa perkuliahan PPG bagi Calon Guru (Cagur) akan dimulai pada semester genap tahun akademik 2025/2026. Sebanyak 80.000 peserta Cagur telah dipastikan linear dan siap mengikuti pembelajaran di 162 LPTK di seluruh Indonesia. Dari seluruh program studi yang tersedia, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tercatat sebagai program paling diminati oleh calon peserta PPG.
Selain itu, GTK menegaskan bahwa verifikasi dan validasi (verval) ijazah calon peserta PPG dapat dilakukan secara manual oleh BPBGTK Provinsi apabila data perguruan tinggi asal peserta belum tercantum dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Dalam konteks kebijakan lanjutan, GTK juga membuka peluang pelaksanaan PPG tambahan pada tahun 2026 untuk kategori guru tertentu, sesuai kebutuhan dan kebijakan nasional pendidikan guru.
Dalam rangka menjaga mutu pelaksanaan, Tim Penjaminan Mutu PPG akan melakukan supervisi baik secara luring maupun daring ke berbagai LPTK penyelenggara di seluruh Indonesia. Berdasarkan Permenristekdikti Tahun 2020, masa studi mahasiswa PPG sebelumnya berlangsung selama tiga tahun, namun dalam regulasi terbaru masa studi tersebut disesuaikan menjadi dua tahun untuk mendukung efisiensi dan percepatan pencapaian kompetensi calon guru.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas, GTK juga akan melakukan kunjungan penjaminan mutu ke 62 LPTK secara luring dan 102 LPTK secara daring, dengan durasi supervisi sekitar dua jam untuk setiap kunjungan. Kegiatan ini mencakup pula proses konfirmasi dan validasi data sistem PPG yang telah diinput oleh masing-masing LPTK guna memastikan ketepatan dan kesesuaian data dalam pelaporan nasional.
Lebih lanjut, GTK juga memaparkan rencana penerapan model PPG terintegrasi, yang akan disusun menyerupai sistem pendidikan profesi kedokteran. Model ini dirancang agar calon guru dapat menjalani pendidikan akademik dan profesi secara berkesinambungan sejak awal, sehingga diharapkan mampu melahirkan guru profesional yang kompeten dan siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Melalui kegiatan koordinasi ini, GTK berharap seluruh LPTK dapat memperkuat tata kelola dan mutu penyelenggaraan PPG agar semakin efektif, adaptif, dan selaras dengan arah kebijakan transformasi pendidikan nasional.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap calon guru mendapatkan pembinaan profesional yang sesuai dengan standar nasional pendidikan, serta sejalan dengan arah transformasi pendidikan guru di Indonesia,” ujar Ferry Maulana Putra, M.Ed., dalam sesi penutupan kegiatan.
Koordinator PPG IPI Garut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, forum tersebut memberikan banyak kejelasan mengenai kebijakan baru, sistem verifikasi ijazah, penjaminan mutu, dan regulasi masa studi PPG yang menjadi landasan penting bagi LPTK dalam melaksanakan program di tahun mendatang.
Kegiatan GTK dan Forum LPTK PPG di Makassar ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi penyelenggara PPG, guna mewujudkan kualitas guru profesional yang unggul di Indonesia.
